
SAIRUNnews, Banda: Civitas Akademika Madrasah Aliyah Sairun Pulau Rhun (MA Sairun), Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar Rapat Kerja (Raker) akhir tahun di Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Banda Naira (UBN), Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengangkat tema “Evaluasi Pembelajaran Semester dan Penguatan Perencanaan Madrasah melalui Penyusunan RDM, EDM, dan RKAM Tahun 2026.”
Suasana pembukaan berlangsung khidmat. Lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah berkumandang memenuhi ruang pertemuan, dipandu oleh master of ceremony (MC) dari kalangan mahasiswa UBN. Tidak hanya para guru MA Sairun, sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UBN juga turut hadir. Mereka mengikuti kegiatan sebagai bagian dari mata kuliah Kurikulum dan Buku Teks Sejarah yang diampu oleh Kasman Renyaan, dosen UBN yang juga menjabat sebagai Kepala MA Sairun Pulau Rhun.

Dalam sambutannya, Kasman Renyaan, S.Pd., M.Pd., memaparkan arah kebijakan dan visi pengembangan madrasah tahun 2026. Ia menegaskan perencanaan madrasah harus dibangun melalui kolaborasi seluruh unsur satuan pendidikan. Usai memberikan arahan, ia resmi membuka rangkaian Raker.
Kasman menjelaskan bahwa raker tahun ini menjadi momentum penting karena menjadi dasar evaluasi pasca berakhirnya pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Pemilihan kampus UBN dinilai tepat karena didukung fasilitas internet stabil dan daya listrik memadai, dua faktor krusial untuk kelancaran pengisian Rapor Digital Madrasah (RDM) yang mulai diterapkan tahun ini di MA Sairun. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi di madrasah, yang belum memiliki akses jaringan dan listrik yang memadai. Informasi teknis terkait RDM juga telah disampaikan Kanwil Kemenag Maluku melalui grup WhatsApp resmi.
Pengisian RDM dilaksanakan secara bersama untuk memudahkan guru saling membantu ketika menghadapi kendala teknis aplikasi. Seluruh guru juga terlibat dalam penyusunan Evaluasi Diri Madrasah (EDM) serta pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) 2026, yang turut melibatkan komite madrasah.
“Kolaborasi seluruh pihak sangat penting agar perencanaan dapat berjalan efektif,” tegas Kasman.

Sebelum memasuki agenda inti evaluasi dan perencanaan digital, raker diisi dengan materi penguatan kompetensi. Dosen FKIP UBN, Dr. Kasmawati, S.Pd., M.Pd., memaparkan konsep Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam penyusunan modul ajar. Materi ini dinilai relevan karena kedua pendekatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang belum sepenuhnya dipahami oleh para guru MA Sairun.
Setelah sesi istirahat, anggota Komite MA Sairun Pulau Rhun yang juga akademisi UBN menyampaikan materi tentang pentingnya memperkuat sinergi komite dan madrasah dalam mendukung perencanaan pendidikan.

Pada sesi berikutnya, Varis Sanduan, Sos., M.Si., memaparkan materi mengenai penguatan muatan lokal dalam pembelajaran mendalam serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Para guru mengikuti paparan tersebut dengan antusias guna memperkaya wawasan mereka terhadap kurikulum yang relevan dengan karakter masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Pulau Rhun dan Ay.
Usai pemaparan materi, rangkaian raker hari pertama ditutup dan akan dilanjutkan keesokan harinya dengan agenda teknis penyelesaian RDM, EDM, dan RKAM. Raker dua hari ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi MA Sairun Pulau Rhun untuk memperkuat arah kebijakan madrasah serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MA Sairun Pulau Rhun. **