
MASAIRUNNews : Kepala Madrasah Aliyah Sairun Pulau Rhun (MA Sairun) mengikuti rapat koordinasi secara daring melalui aplikasi Zoom bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, Senin (12/1/2026) sore.
Rapat ini dihadiri sejumlah jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan diikuti kepala satuan pendidikan madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Maluku Tengah.
Rapat koordinasi ini difokuskan pada pembahasan sejumlah agenda strategis terkait pengelolaan pendidikan madrasah serta pelaksanaan program keagamaan di Kabupaten Maluku Tengah.

Sejumlah isu utama yang dibahas meliputi rencana penegerian madrasah swasta serta pendataan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Menurut Kepala Kemenag Maluku Tengah, pembahasan tersebut disesuaikan dengan arahan Bupati Maluku Tengah dalam rangka peningkatan mutu dan pemerataan infrastruktur madrasah, baik swasta maupun negeri.
Selain itu, rapat juga membahas persiapan pelaksanaan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung di Kecamatan Banda pada 20 Januari 2026. Kegiatan ini diharapkan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga keagamaan setempat.
Dalam rangkaian Harlah NU tersebut, sejumlah agenda direncanakan, antara lain ziarah ke makam para wali (waliullah) di Kecamatan Banda dan Kepulauan Banda, penyaluran bantuan bagi fakir miskin, pelaksanaan istigasah, pelantikan seluruh majelis taklim se-Kepulauan Banda, serta peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Pada sesi tanya jawab, Kepala MA Sairun Pulau Rhun menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait persyaratan penegerian madrasah, kondisi sarana dan prasarana, serta kebutuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar dapat diusulkan pada tahap selanjutnya. Ia juga menyoroti belum diterimanya paspor e-sarpras hingga saat ini.

“Kami berharap paspor e-sarpras ini dapat segera difasilitasi agar bisa diperoleh secepatnya, sehingga kami dapat mengusulkan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Kabupaten Maluku Tengah yang juga bertindak sebagai moderator rapat mengingatkan seluruh madrasah agar segera mengusulkan dan melengkapi persyaratan sarana dan prasarana melalui aplikasi e-sarpras.
“Paling lambat Senin depan kami sudah menerima usulan sarana dan prasarana. Mari kita terus berkomitmen,” ujarnya menutup rapat koordinasi tersebut.**