Akademisi Hatta-Sjahrir Hadirkan Madrasah Aliyah di Pulau Rhun

Akademisi Hatta-Sjahrir dan Tokoh Masyarakat Pulau Rhun Gelar Rapat Pendirian Madrasah Aliyah

SAIRUN-BANDA : Sebagai bentuk komitmen memajukan pendidikan di Kepulauan Banda, sejumlah akademisi dari Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta-Sjahrir Banda Naira mengelar rapat bersama dengan tokoh masyarakat Pulau Rhun.

Rapat yang digelar di ruang kelas MTs Gemalah Hatta pada 2021, dengan maksud untuk membincangkan perlunya kehadiran satuan pendidikan di pulau yang pernah ditukar dengan Manhattan Amerika Serikat itu.

Kepala Pemerintah Negeri Admistratif Pulau Rhun sedang menstempel Surat Dukungan Pendirian Madrasah disaksikan tim pendiri

Ketua Sekolah Tinggi Kampus Hatta-Sjahrir Dr. Muhammad Farid, M.Sos dalam rapat itu mengatakan, persoalan pemajuan pendidikan di Kepulauan Banda pada umumnya dan khususnya di Pulau Rhun menjadi tanggungjawab bersama bukan hanya para akademisi, tetapi juga partisipasi dan keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat Rhun.

“Di Pulau Rhun perlu adanya satuan pendidikan tingkat menegah atas atau yang sederajat, sehingga anak-anak lulusan SMP dan Mts tidak perlu ke luar jauh untuk menempuh pendidikannya. Langkah ini sekaligus bagian dari upaya kita mencegah anak putus sekolah karena keterbatasan memperoleh akses pendidikan.” Ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Banda Naira itu, melanjutkan Rhun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah ruah baik di darat maupun di laut, tetapi dengan potensi itu juga harus di dukung dengan peningkatan sumber daya manusia dari anak-anak Pulau Rhun sendiri, di antaranya adalah perlunya kehadiran satuan pendidikan menegah atas.

“Banyak anak-anak putus sekolah di Pulau Rhun bukan karena tidak ada biaya, tetapi justru setiap saat terbiasa memegang uang dari hasil dari pekerjaan menjadi kariawan jareng bobo. Karena terbiasa dengan uang cepat dan kurangnnya rasa peduli orang orang tua akan nasip masa depan anaknya.” Ujar Farid yang juga Putra Pulau Rhun itu.

Sehubungan dengan itu, Ketua Bidang Kemahasiswaan Kampus Hatta- Sjahrir Aditya Putra Basir, S.Pi., M.P, dalam rapat itu melanjutkan, secara faktual Pulau Rhun memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat potensial di Kepulauan Banda, sehingga diperlukan kesiapan sumber daya manusia dari anak-anak pulau Rhun agar dapat mengelolah hasil perikanan ini dengan baik. Untuk itulah, perlu ada satuan pendidikan menegah yang memiliki jurusan perikanan. 

Ketua Bidang Yayasan Pendidikan Banda Naira menambahkan, pulau Rhun selain menjadi sentra perikanan di Kepulauan Banda juga memiliki potensi prarawisata, seperti wisata bahari, religi, agrowisata, wisata sejarah dan Budaya. Potensi Parawisata ini menjadikan Pulau Rhun memiliki daya tarik untuk para wisatawan lokal maupun regional datang mengunjunginya setiap waktu.

Namun dampak sosial dari potensi prawaisata itu, generasi Rhun akan menghadapi ragam budaya yang masuk dari luar, sehingga diperlukan kesiapan pembinaan mental dan moral anak remaja dengan menjunjung tinggi kearifan lokal, agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas dan budaya barat yang dapat merusak moral generasi. Untuk mengakomudir semua potensi itu, satuan pendidikan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dianggap tepat hadir di Pulau Rhun.

Dalam tapat bersama itu kemudian menghadirkan kesepahaman dukungan masyarakat terhadap hadirnya satuan pendidikan madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Pulau Rhun. Sekaligus penandatangan surat dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah negeri admistratif Pulau Rhun tentang Persetujuan pendidiran MAK. **

Butuh bantuan?