
Universitas Banda Naira (UBN) menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Madrasah Aliyah Sairun Pulau Rhun (MA Sairun), Kecamatan Banda, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas XII yang tergabung dalam dua rombongan belajar, yakni Pulau Ay dan Pulau Rhun.
Sosialisasi diawali di Pulau Ay dan disambut dengan antusias oleh para siswa. Dosen Program Studi Matematika UBN, Ernawati, S.Pd., M.Pd., yang memandu kegiatan, terlebih dahulu memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk melanjutkan studi.
“UBN hadir sebagai alternatif perguruan tinggi yang dekat secara geografis dan terjangkau dari sisi biaya, karena berada di pusat Kecamatan Banda,” kata Ernawati, mahasiswa studi doctoral (S3) di Universitas Pendidikan Indonesia.
Materi sosialisasi disampaikan secara bergantian oleh para dosen dan pimpinan program studi. Ketua Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (SEP) UBN, Abdurahim Lestaluhu, M.Si., memaparkan legalitas dan status kelembagaan kampus. Selanjutnya, Ketua Program Studi Budidaya Perairan, Ruwia Abdul Rasid, S.Pi., M.Si., menjelaskan profil serta keunggulan program studi yang ada di UBN.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fadili Kasdam, M.Pd., menyampaikan materi terkait prospek kerja lulusan UBN. Wakil Dekan FKIP UBN, Varis Vadly Sanduan, M.Si., kemudian menjelaskan tata cara pendaftaran mahasiswa baru, baik secara daring maupun luring, beserta persyaratan yang harus dipenuhi.

Menjelang penutupan kegiatan, Dekan FKIP UBN memberikan arahan dan motivasi kepada siswa terkait pentingnya merencanakan masa depan setelah lulus dari MA. Ia mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, meskipun tetap menghargai pilihan lain, seperti mengikuti seleksi TNI atau Polri.
“Yang terpenting adalah memiliki rencana dan komitmen untuk membangun masa depan setelah lulus,” ujarnya.

Kepala MA Sairun Pulau Rhun turut menyampaikan harapannya agar lulusan madrasah dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Menanggapi kendala biaya, pihak UBN menyatakan komitmennya untuk memberikan keringanan biaya kuliah serta mengupayakan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Koordinasi terkait hal tersebut dapat dilakukan melalui pihak madrasah.
Kegiatan sosialisasi di Pulau Ay ditutup dengan sesi foto bersama. Tim UBN kemudian melanjutkan kegiatan ke Pulau Rhun. Setelah tiba kembali di Pulau Ay sekitar pukul 09.00 WIT, tim melanjutkan perjalanan ke Pulau Rhun pada pukul 11.30 WIT. Sosialisasi di Pulau Rhun dilaksanakan pada pukul 13.30 WIT dan berlangsung dengan antusiasme serupa dari para siswa.
Untuk diketahui, MA Sairun Pulau Rhun merupakan madrasah yang pendiriannya diinisiasi oleh civitas akademika UBN, yang sebelumnya dikenal sebagai STP dan STKIP Hatta Sjahrir. Proses pengusulan madrasah ini dilakukan bersamaan dengan peralihan status UBN, dengan izin operasional yang terbit pada 2022. Sebagian besar tenaga pendidik di MA Sairun merupakan alumni UBN, termasuk pengurus yayasan dan kepala madrasah. **