Resmikan Ruang Kelas Baru, MA Sairun Gelar Tahlilan dan Doa Bersama

SAIRUNnews, Banda: Madrasah Aliyah Sairun Pulau Rhun (MA Sairun), Kecamantan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang mendapat ijin operasional pada Agustus 2022 lalu, kini telah memiliki dua unit Ruang Kelas Belajar (RKB) baru permanen dengan status kepemilikan mandiri.

Kedua unit RKB itu dibangun atas swadaya masyarakat dan sumbangsi dari para donatur yang di motori oleh Yayasan Pendidikan Banda Naira, selaku payung hukum madrasah itu. Pembangunan ruang kelas yang memakan waktu kurang lebih dua bulan lamanya ini dinyatakan rampung dan selesai diresmikan pada Kamis (30/05/2024), Siang.

Peresmian ini ditandai dengan acara tahlilan dan doa bersama yang melibatkan warga madrasah serta sejumlah tokoh agama (imam masjid) di Pulau Rhun, sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan 2 unit ruang kelas belajar.

Dalam sambutannya mengawali doa bersama dan tahlilan Ketua Yayasan Dr. Muhammad Farid, M.Sos, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Pulau Rhun, juga para donator yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan gedung baru MA Sairun.

“Allhamdulilah, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Pulau Rhun, orang tua/wali siswa dan para tukang, karena telah berupaya menyekesaikan pekerjaan pembangunan pada waktunya, juga para donator, semoga diberikan kesehatan dan kita doakan agar dilancarkan rejekinya.” Ujar Farid.

Menurut Farid, kehadiran 2 Unit RKB ini menujukkan komitmen yayasan atas pembangunan sarana prasarana madrasah, khusunya ruang kelas sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Pasalnya dalam dua tahun belakangan, MA Sairun, masih menumpang di MIN 6 Maluku Tengah.

Bertalian dengan peryaraan itu, Kepala MA Sairun Kasman Renyaan, S.Pd., M.Pd, mengatakan kehadiran 2 unit RKB ini, paling tidak dapat menampung dua rombel, baik untuk siswa kelas X maupun siswa kelas XI secara bergilir.

“Hari ini dua Ruang Kelas Baru (RKB) diresmikan sebagai tempat proses belangsungnya kegiatan pembelajaran. Insyahallah, perlahan tapi pasti pembanguanan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran dapat dihadirkan.”

Memang membangun pendidikan dari titik nol kata Renyaan, bukan perkara mudah, tentu punya ragam tantangan, sehingga membutuhkan komitmen bersama warga madrasah, juga doa dan dukungan masyarakat serta tangan dingin para hambah Allah, maka semua bisa berjalan dengan baik untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu.” Ucap Renyaan.

Turut hadir dalam acara peresmian itu yakni kepala tukang bagunan Pak Sidik, Kepala MTs Gemala Hatta Safi Siasaun, bersama beberapa dewan gurunya, para siswa serta sejumlah mahasiswa dan alumni Universitas Banda Naira.** (K.R).

Butuh bantuan?